AL MUMARRIDHUN

Arab Maklom Dengan Saye Punye Blog

Instrumentasi Pembedahan

Ketertarikan saya dalam bidang keperawatan perioperatif membuat saya ingin saling berbagi dan juga sambil belajar untuk mengejar cita menjadi perawat di ruang operasi. Pada kesempatan pertama ini, saya akan berbagi sedikit tentang instrumentasi pembedahan. Instrumentasi pembedahan adalah perpanjangan tangan ahli bedah.

Instrumen ini memungkinkan ahli bedah memanipulasi atau memotong jaringan untuk memberikan hasil yang positif bagi pasien bedah. Sebelum kita berjalan jauh dalam membahas tentang instrumentasi dalam proses pembedahan, ada baiknya saya menjelaskan beberapa konsep utama dalam instrumentasi pembedahan ini, antara lain:

  • Instrumen bedah, yang mungkin dianggap sebagai perpanjangan tangan yang sebenarnya, dapat digolongkan sesuai pemakaiannya: pemotong (cutting), penjepit (clamping), pemegang (grasping), dan peregang (retracting).
  • Sebagian besar instrumen terbuat dari bahan baja anti karat(stainless steel), suatu campuran logam yang terdiri atas besi, karbon, dan kromium. Sebagian instrumen terbuat dari titanium. Instrumen dirancang agar dapat bertahan lama dan mudah dibersihkan serta memiliki desain yang sederhana-fungsional sehingga mudah disterilisasi. Sebagian instrumen dirancang agar dapat diuraikan menjadi beberapa bagian.
  • Dengan mengetahui nama dan fungsi instrumen, perawat perioperatif akan selalu siap menghadapi setiap prosedur pembedahan, ahli bedah, dan pasien. Perawat dapat mengantisipasi instrumen yang akan digunakan dalam setiap tahap prosedur pembedahan.
  • Instrumen bertenaga memudahkan dan mempercepat tindakan yang melibatkan tulang dibandingkan dengan instrumen yang dijalankan dengan tangan. Instrumen ini memotong, melubangi, atau membentuk tulang dan memasukkan skrup atau pin kedalam tulang.
  • Sebagian aturan dasar bagi petugas scrub yang menangani instrumen adalah: gunakan instrumen sesuai tujuan pembuatannya;  standarisasikan penataan instrumen; tangani instrumen secara terpisah; periksa instrumen dan identifikasi instrumen yang memerlukan perhatian; siapkan instrumen sesuai urutan pemakainnya; serta hitung instrumen.
  • Dekontaminasi dan pengolahan ulang instrumen secara benar merupakan hal yang penting.

Sumber:

Gruendemann, J. Barbara RN, MS, FAAN & Fernsebner, Billie RN, MSN, CNOR. 2005. Buku Ajar Keperawatan Perioperatif. Alih bahasa, Brahm U. Pendit; editor edisi bahasa Indonesia, Egi Komara Yudha, Alfrina Hany. EGC: Jakarta.

%d blogger menyukai ini: