<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AL MUMARRIDHUN</title>
	<atom:link href="http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com</link>
	<description>Arab Maklom Dengan Saye Punye Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Feb 2010 09:54:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/e7bb79cc01d96ad1cd07349fc7a195fb?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>AL MUMARRIDHUN</title>
		<link>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/osd.xml" title="AL MUMARRIDHUN" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>CUCI TANGAN</title>
		<link>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/02/08/cuci-tangan/</link>
		<comments>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/02/08/cuci-tangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 09:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekkyfajarfranasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Standar Operasional Prosedur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Mencuci tangan dengan air dan sabun akan banyak mengurangi jumlah mikroorganisma dari kulit dan tangan. Mencuci Tangan sebaiknya dilakukan, sebelum: Memeriksa pasien Memakai sarung tangan atau sesudah: Terjadi kontaminasi pada tangan seperti Memegang instrumen dan item lain yang kotor Menyentuh selaput lendir, darah atau cairan tubuh lain (sekresi dan ekskresi) Terjadi kontak lama dan intensif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=302&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/02/cuci-tangan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-303" title="cuci tangan" src="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/02/cuci-tangan.jpg?w=270" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<p>Mencuci tangan dengan air dan sabun akan banyak mengurangi jumlah mikroorganisma dari kulit dan tangan.<br />
Mencuci Tangan sebaiknya dilakukan, sebelum:<br />
Memeriksa pasien<br />
Memakai sarung tangan<br />
atau sesudah:<br />
Terjadi kontaminasi pada tangan seperti<br />
Memegang instrumen dan item lain yang kotor<br />
Menyentuh selaput lendir, darah atau cairan tubuh lain (sekresi dan ekskresi)<br />
Terjadi kontak lama dan intensif dengan pasien<br />
Setelah melepas sarung tangan<br />
Pada daerah triase / penapisan di fasilitas pelayanan, perlu disediakan paling tidak:<br />
Sabun (batang atau cair, yang antiseptik atau bukan)<br />
Wadah sabun yang berlubang supaya air bisa terbuang keluar<br />
Air mengalir (pipa, atau ember dengan keran) dan wastafel<br />
Handuk/lap sekali pakai (kertas, atau kain yang dicuci setelah sekali pakai)<br />
Langkah-langkah cuci tangan rutin adalah:</p>
<p><strong>LANGKAH 1:</strong> Basahi tangan seluruhnya<br />
<strong>LANGKAH 2:</strong> Pakai sabun (sabun biasapun cukup memadai)<br />
<strong>LANGKAH 3:</strong> Gosok benar-benar semua bagian tangan dan jari selama 10-15 detik, terutama untuk membersihkan bagian-bagian bawah kuku, antara jari, dan punggung tangan.<br />
<strong>LANGKAH 4:</strong> Bilas tangan dengan air bersih mengalir.<br />
<strong>LANGKAH 5:</strong>Keringkan tangan dengan handuk (lap) kertas dan gunakan handuk untuk menutup keran. Bila handuk tidak tersedia, keringkan dengan udara/dianginkan.</p>
<p><strong>Panduan tambahan untuk cuci tangan:</strong></p>
<p>Bila kulit lecet atau perlu sering-sering cuci tangan karena banyak kasus, bisa dipakai sabun lunak (tanpa antiseptik) untuk mengangkat kotoran. Krim dan lotion pelembab bisa dipakai untuk menghindari iritasi kulit.<br />
Bila diperlukan antimikroba (a.l. kontak dengan pasien suspek SARS), dan bila tangan tampak tidak kotor, maka sebagai altrernatif bisa dipakai antiseptik gel setelah kontak.</p>
<p><strong>MEMBUAT LARUTAN GEL ALKOHOL UNTUK ANTISEPTIK TANGAN</strong></p>
<p><strong>Untuk 100 ml gel tangan</strong></p>
<p>100 ml Alkohol Isopropil atau etil 60-90%<br />
2 ml Gliserin, propylene glycol atau sorbitol<br />
<strong>Memakai antiseptik tangan:</strong><br />
Tuangkan gel secukupnya untuk membasahi seluruh permukaan tangan dan jari.<br />
Gosok benar-benar pada tangan, diantara jari, dan bawah kuku sampai kering</p>
<p>Sumber: http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&amp;pg=169, diakses pada tanggal 8 Februari 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/302/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=302&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/02/08/cuci-tangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eccf68ba74f74fa5d73a81098c6712ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/02/cuci-tangan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cuci tangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANTHRAX</title>
		<link>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/02/01/anthrax/</link>
		<comments>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/02/01/anthrax/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 12:02:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekkyfajarfranasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[1001 Penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Anthrax adalah penyakit hewan yang dapat menular ke manusia dan bersifat akut. Penyebabnya bakteri Bacillus anthracis. Menurut drh Suprodjo Hardjo Utomo MS APU dari Balitvet, bakteri ini bersifat aerob, memerlukan oksigen untuk hidup. Di alam bebas bakteri ini membentuk spora yang tahan puluhan tahun dalam tanah dan bisa menjadi sumber penularan pada hewan dan manusia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=298&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/02/anthrax.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-299" title="Anthrax" src="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/02/anthrax.jpg?w=270" alt=""   /></a></p>
<p>Anthrax adalah penyakit hewan yang dapat menular ke manusia dan bersifat akut. Penyebabnya bakteri Bacillus anthracis. Menurut drh Suprodjo Hardjo Utomo MS APU dari Balitvet, bakteri ini bersifat aerob, memerlukan oksigen untuk hidup.</p>
<p><span id="more-298"></span></p>
<p>Di alam bebas bakteri ini membentuk spora yang tahan puluhan tahun dalam tanah dan bisa menjadi sumber penularan pada hewan dan manusia. Kasus di Bogor tejadi karena spora terbawa banjir. Hewan tertular akibat makan spora yang menempel pada tanaman yang dimakan. Hewan yang mati akibat anthrax harus langsung dikubur atau dibakar, tidak boleh dilukai supaya bakteri tidak menyebar.</p>
<p>Penularan pada manusia bisa lewat kontak langsung spora yang ada di tanah, tanaman, maupun bahan dari hewan sakit (kulit, daging, tulang atau darah). Mengonsumsi produk hewan yang kena anthrax atau melalui udara yang mengandung spora, misalnya, pada pekerja di pabrik wool atau kulit binatang. Karenanya ada empat tipe anthrax, yaitu anthrax kulit, pencernaan/anthrax usus, pernapasan/anthrax paru dan anthrax otak. Anthrax otak terjadi jika bakteri terbawa darah masuk ke otak.</p>
<p>Masa inkubasi anthrax kulit sekitar dua sampai lima hari. Mula-mula kulit gatal, kemudian melepuh yang jika pecah membentuk keropeng hitam di tengahnya. Di sekitar keropeng bengkak dan nyeri.</p>
<p>Pada anthrax yang masuk tubuh dalam 24 jam sudah tampak tanda demam. Mual, muntah darah pada anthrax usus, batuk, sesak napas pada anthrax paru, sakit kepala dan kejang pada anthrax otak. Jika tak segera diobati bisa meninggal dalam waktu satu atau dua hari. Namun obatnya sudah ada, yakni penisilin dan derivatnya. Karena setiap petugas kesehatan sudah dilatih untuk menangani, sebaiknya penderita segera dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit.</p>
<p>Untuk mencegah tertular anthrax dianjurkan untuk membeli daging dari tempat pemotongan resmi, memasak daging secara matang untuk mematikan kuman, serta mencuci tangan sebelum makan.</p>
<p>Menurut staf ahli Bidang Kesehatan Lingkungan dan Epidemiologi Depkes dr I Nyoman Kandun MPH, pemerintah menyediakan obat untuk anthrax di seluruh kabupaten endemis anthrax, memberikan pelatihan surveillance dan diagnosis klinis serta laboratorium di empat provinsi endemis, mendistribusikan poster, leaflet, dan buku petunjuk penanganan anthrax. Serta melakukan kerja sama lintas sektoral dalam pemberantasan anthrax dan langkah penanggulangan lain.</p>
<p>Tingkat Kematian Manusia Akibat Anthrax Mencapai 18 Persen. Penyakit Anthrax memang layak ditakuti karena sangat mematikan. Sapi, domba atau kambing yang terserang, akan menemui ajal dalam hitungan jam. Kemampuan membunuh yang sangat cepat ini justru ada baiknya, karena penularan penyakit anthrak sangat lambat dan tak meluas (endemik, sporadik). Lain dengan flu yang bisa mewabah hampir di semua muka bumi dengan begitu cepatnya.</p>
<p>Penyakit Anthrax termasuk kelompok penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (Zoonosis). Penyakit ini paling sering menyerang ternak herbivora terutama Sapi, domba, Kambing dan selalu berakhir pada kematian. Sasaran berikutnya kuda dan babi. Hewan kelompok omnivora ini bisa lebih bertahan sehingga sebagian penderita selamat dari maut. Serangan pada ayam, belum pernah ada laporan. Berdasar penelitan yang selama ini telah dilakukan, pada manusia, dilaporkan tingkat kematian mencapai 18 persen (dari 100 kasus, 18 penderita meninggal). Penyebab Anthrax, bernama Bacillus anthracis, dapat bersembunyi dalam tanah selama 70 tahun. Bila situasi lingkungan cocok bagi pertumbuhan kuman, misalnya karena tergenang air, B anthracis akan bangkit dari kubur dan menyerang hewan yang ada di sekitarnya. Karenanya, tanah yang tercemar merupakan sumber infeksi dan bersifat bahaya laten. Kumannya dapat terserap akar tumbuh-tumbuhan hingga mencapai daun maupun buah sehingga akan menginfeksi ternak maupun manusia yang mengkonsumsinya.</p>
<p>Sumber infeksi lainnya adalah bangkai ternak pengindap anthrax. Miliaran B anthracis memadati darah (septisemia), organ-organ dalam. Pokoknya seluruh tubuh bangkai, termasuk benda yang keluar dari bangkai, mengandung kuman penyebab anthrax. Dalam 1 mililiter darah setidaknya mengandung 1 miliar B anthracis. Bila B anthracis aktif bersinggungan dengan Oksigen, segera mengubah diri dalam bentuk spora yang memiliki daya tahan hidup lebih tinggi. Dalam bentuk spora ini, kuman penyebab anthrax dapat bertahan hidup sampai 70 tahun di dalam tanah. Spora-spora tersebut dapat diterbangkan angin, atau dihanyutkan aliran air kemudian mencemari apa saja (air, pakan, rumput, peralatan, kendaraan, hewan dan sebagainya). Spora B anthracis yang menempel pada pakan atau air minum dan benda lainnya, bila termakan atau terhirup pernafasan atau menempel pada kulit yang luka akan berubah menjadi bentuk aktif dan masuk ke dalam jaringan serta berkembang biak. Sejak kuman masuk ke dalam tubuh ternak sampai menimbulkan gejala sakit yang disebut masa inkubasi memerlukan waktu antara 1 &#8211; 2 minggu.</p>
<p>PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT ANTRAKS PADA MANUSIA</p>
<p>PENDAHULUAN</p>
<p>Penyakit Antraks merupakan penyakit menular yang umumnya menyerang hewan ( herbivora ) dan dapat</p>
<p>menyebabkan kesakitan sampai kematian pada manusia. Dalam keadaan sehari-hari penyakit ini sangat jarang dijumpai pada manusia. Hal ini disebabkan karena pada umumnya kesakitan pada manusia selalu berhubungan dengan kejadian kesakitan pada hewan ternak dalam skala wabah, atau kontak manusia dengan ternak dan produknya didaerah endemis. Angka resiko terinfeksi pada manusia berkisar 1/ 100.000 dan sebagian besar merupakan antraks kulit (cutaneous anthrax). (Kenneth,1999)</p>
<p>Oleh karena jarangnya penyakit ini pada manusia menyebabkan lemahnya sector medis dalam mendeteksi secara dini (early detection) gejala penyakit dan melakukan pengobatan yang tepat (prompt treatment) sehingga menyebabkan terjadinya keterlambatan penanganan yang dapat menyebabkan bertambah beratnya penyakit sampai dengan tingkat kematian. Dalam upaya untuk mengeleminir penyakit ini perlu kiranya dilakukan sosialisasi sekaligus pengenalan manifestasi klinis sekaligus bagaimana pengobatan dan pencegahannya bagi tenaga medis khususnya yang berada di wilayah endemis dan perbatasan.</p>
<p>PENANGANAN PENYAKIT</p>
<p>Penanganan yang baik senantiasa harus berpedoman pada pengamatan komprehensif. Sehubungan dengan penanganan penyakit antraks ini perlu kiranya dilakukan :</p>
<p>Anamnesa terarah</p>
<p>Suatu early diagnosis (diagnosa dini) penyakit antraks umumnya sulit ditegakkan karena pada awalnya menunjukkan gejala dan tanda yang bersifat umum. Seperti demam subfebris, sakit kepala, kelainan kulit, akut abdomen dan sesak nafas. Yang mudah ditegakkan adalah bila gejala penyakit tersebut sudah menampakkan tanda pathognomonik seperti ?eschar? pada antraks kulit.Oleh karena sebagian besar manifestasi klinis penyakit antraks adalah antraks kulit (90%) , ( Marc, La Force, 1994) ; maka umumnya penderita datang dengan keluhan demam, sakit kepala disertai tumbuhnya papel yang gatal atau vesikel yang berisi cairan. Pada keadaan seperti inilah perlu dilakukan anamnesa terarah seperti :</p>
<p>Riwayat sering kontak dengan ternak atau produknya (kulit, tulang).</p>
<p>Riwayat kontak dengan ternak sakit</p>
<p>Riwayat mengkonsumsi daging ternak sakit</p>
<p>Status pekerjaan (petani ladang, peternak, RPH, penyamak kulit).</p>
<p>Tidak kalah pentingnya bagi kalangan medis adalah mengetahui dimana dia berada, di wilayah endemis atau perbatasan.</p>
<p>Pengenalan penyakit</p>
<p>Mendeteksi secara dini penyakit antraks dapat mudah dilakukan bila kalangan medis sudah pernah melihat secara langsung kelainan pathognomonis yang ada seperti eschar pada kulit, yaitu kerak hitam yang berada ditengah ulkus yang mongering. Untuk mengenal penyakit antraks tersebut maka harus diketahui manifestasi klinisnya.</p>
<p>Antraks kulit</p>
<p>Keluhan penderita : demam subfebris, sakit kepala.</p>
<p>Pada pemeriksaan, umumnya di daerah terbuka seperti muka, leher, lengan dan tangan ditemukan kelainan berupa papel, vesikel yang berisi cairan dan jaringan nekrotik berbentuk ulsera yang ditutupi oleh kerak berwarna hitam, kering yang disebut eschar ( pathognomonik ) disekitar ulkus, sering didapatkan eritema dan edema. Pada perabaan edema tersebut tidak lunak dan tidak lekuk ( non pitting ) bila ditekan, disebut juga malignant pustule.</p>
<p>Antraks saluran pencernaan</p>
<p>Keluhan penderita : rasa sakit perut yang hebat, mual, muntah, tidak napsu makan, suhu badan meningkat, hematemesis.</p>
<p>Pemeriksaan fisik : perut membesar dan keras, dapat berkembang menjadi ascites dan edema scrotum.</p>
<p>Antraks paru-paru</p>
<p>Keluhan penderita : demam subfebris, batuk non produktif, lesu, lemah. Dalam 2 ? 4 hari gangguan pernafasan menjadi hebatdisertai suhu yang meningkat, sianosis. Dispneu, keringat berlebihan, detak jantung menjadi lebih cepat.</p>
<p>Pemeriksaan fisik : edema subkutan di daerah dada dan leher.</p>
<p>Antraks meningitis : akibat dari komplikasi bentuk antraks yang lain. Gejala klinis seperti randang otak maupun selaput otak yaitu demam, sakit kepala hebat, kejang, penurunan kesadaran, kaku kuduk.</p>
<p>PENGOBATAN</p>
<p>Penisilin merupakan obat antibiotika yang paling ampuh untuk penderita antraks yang alami dan jarang resisten. Pengobatan penderita/ tersangka antraks, tergantung dari tipe atau gejala klinisnya yaitu;</p>
<p>Antraks kulit ;</p>
<p>Prokain penisilin 2 x 1,2 juta IU diberikan secara IM selama 5 s.d 7 hari. Atau dapat juga dengan menggunakan benzil penicillin 2500 IU secara IM setiap 6 jam. Perlu diperhatikan mengingat drug of choise untuk antraks adalah penicillin sehingga sebelum diberikan suntikan harus dilakukan skin test terlebih dahulu.</p>
<p>Bila penderita/ tersangka hipersensitif terhadap penisilin dapat diganti dengan memberikan tetrasiklin, klorampenikol atau eritromisin.</p>
<p>Antraks intestinal dan pulmonal</p>
<p>Penisilin G 18 ? 24 juta IU / hari, IVFD ditambah dengan streptomisin 1 ? 2 gram untuk tipe pulmonal, dan untuk tipe gastro intestinal tetrasiklin 1 gram/ hari.</p>
<p>Terapi supportif dan simptomatis perlu diberikan, biasanya plasma ekspander dan regiment vasopresor bila diperlukan. (Nalin, dkk 1977), antraks intestinal menggunakan klorampenikol 6 garam/ hari selama 5 hari, kemudian diteruskan 4 gram/ hari selama 18 hari, diteruskan dengan eritromisin 4 garam/ hari untuk menghindari supresi sumsum tulang</p>
<p>Antraks pulmonal oleh karena bioterrorism</p>
<p>o Pengobatan profilaksis ( terpapar ) ;</p>
<p>Type Pengobatan</p>
<p>Dewasa</p>
<p>Anak-anak</p>
<p>Pengobatan awal</p>
<p>Ciprofloxacin, dosis 500 mg, setiap 12 jam</p>
<p>Atau</p>
<p>Doxycycline, 100 mg oral,</p>
<p>2 kali/hari</p>
<p>Ciprofloxacin, 10-15 mg per Kg BB, oral setiap 12 jam</p>
<p>Atau Doxycycline, 100 mg per oral, 2 kali/ hari ( &gt; 8 th dan &gt; 45 th)</p>
<p>Pengobatan Optimal</p>
<p>Amoxicilin 500 mg per oral setiap 8 jam</p>
<p>Atau</p>
<p>Doxycycline, 100 mg oral, setiap 12 jam</p>
<p>Amoxicilin 500 mg per oral setiap 8 jam</p>
<p>( BB &gt; 20 kg)</p>
<p>Untuk BB &lt; 20 kg diberikan 40mg/kg BB per oral dibagi 3 dosis ( setiap 8 jam )</p>
<p>Pengobatan terhadap klinis antraks</p>
<p>Type Pengobatan</p>
<p>Dewasa</p>
<p>Anak-anak</p>
<p>Pengobatan awal</p>
<p>Ciprofloxacine, dosis 400 mg, intra</p>
<p>vena setiap 1 jam</p>
<p>Ciprofloxacin, 20-30 mg, per kg BB per hari ( IV ), dibagi 2 dosis</p>
<p>Pengobatan Optimal</p>
<p>Penicilin G, 4 juta U, intra vena setiap 4 jam</p>
<p>Atau</p>
<p>Doxycycline, 100 mg Intra Vena , setiap 12 ja</p>
<p>Ciprofloxacin, 20-30 mg, per kg BB per hari setiap 12 jam</p>
<p>Atau</p>
<p>Penicilin G, 50.000 Unit, intra vena setiap 6 jam ( &lt;12 th )</p>
<p>Umur &gt;12 th diberikan Penicilin G, 4 juta U, intra vena setiap 4 hari</p>
<p>Catatan : lamanya pengobatan sampai dengan 60 hari</p>
<p>Sumber : &#8211; Departement of Medicine, Bullfinch 127, Massachusetts Generak HospitL, 55Fruit St, Boston, MA 02114-2696 Children And Antrax : A fact Sheet For Clinicion, Nov 7 Th, 2001, U.s Deparrtment OF Health and Human Services, CDC ATLANTA.</p>
<p>PENANGANAN DI RUMAH SAKIT</p>
<p>Penderita antraks yang dirujuk ke RS umumnya penderita yang penyakitnya makin memburuk seperti septikemi, syok, dehidrasi.</p>
<p>Untuk itu penanganannya adalah:</p>
<p>Rawat di ruang isolasi</p>
<p>Tindakan medik dan pemberian obat-obatan simptomatis/ supportif</p>
<p>Pemberian antibiotik</p>
<p>Desinfeksi terhadap ekreta dan sekreta yang dikeluarkan penderita</p>
<p>Pengambilan dan pengiriman spesimen ke Laboratorium</p>
<p>PENCEGAHAN</p>
<p>Hindari kontak langsung dengan bahan atau makanan yang berasal dari hewan yang dicurigai terkena antraks.</p>
<p>Cuci tangan dengan sabun sebelum makan</p>
<p>Cuci sayuran/ buah-buahan sebelum dimakan\</p>
<p>Memasak daging sampai matang sempurna</p>
<p>Vaksinasi antraks ( penggunaannya selektif dan efek samping tinggi ).</p>
<p>Sumber: www.infeksi.com, diaksese pada 1 Februari 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=298&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/02/01/anthrax/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eccf68ba74f74fa5d73a81098c6712ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/02/anthrax.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anthrax</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGUKURAN SUHU TUBUH SUHU ORAL TERMOMETER ELEKTRONIK</title>
		<link>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/02/01/pengukuran-suhu-tubuh-suhu-oral-termometer-elektronik/</link>
		<comments>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/02/01/pengukuran-suhu-tubuh-suhu-oral-termometer-elektronik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 11:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekkyfajarfranasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Standar Operasional Prosedur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[PERSIAPAN ALAT /BAHAN :  Sarung tangan  Termometer  PELAKSANAAN 1. Selesaikan langkah persiapan 1-5. 2. Bantu klien dalam mengambil posisi nyaman untuk memudahkan akses ke mulut. 3. Gunakan sarung tangan sekali pakai. 4. Keluarkan pak thermometer dari unit “charging.” Pastikan bahwa probe oral (ujung biru) melekat pada unit termometer. Genggam bagian atas gagang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=293&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERSIAPAN ALAT /BAHAN :</p>
<p>	Sarung tangan 	Termometer </p>
<p>PELAKSANAAN</p>
<p><span id="more-293"></span></p>
<p>1.	Selesaikan langkah persiapan 1-5.</p>
<p>2.	Bantu klien dalam mengambil posisi nyaman untuk memudahkan akses ke mulut.</p>
<p>3.	Gunakan sarung tangan sekali pakai.</p>
<p>4.	Keluarkan pak thermometer dari unit “charging.” Pastikan bahwa probe oral (ujung biru) melekat pada unit termometer. Genggam bagian atas gagang probe, hati-hati, jangan menekan tombol ejeksi.</p>
<p>5.	Pasangkan pembungkus probe plastik sekali pakai pada probe termometer sampai terkunci pada tempatnya.</p>
<p>6.	Minta klien untuk membuka mulut dan dengan lembut letakkan probe di bawah lidah pada kantong sublingual posterior lateral terhadap bagian tengah rahang.</p>
<p>7.	Minta klien untuk menjepit termometer dengan bibir tertutup.</p>
<p>8.	Biarkan probe di tempatnya sampai tanda bunyi terdengar. Suhu akan terlihat pada layar digital.</p>
<p>9.	Ambil probe dari bawah lidah dan beritahu suhunya pada klien.</p>
<p>10.	Tekan segera tombol ejeksi untuk membuang pembungkus plastic probe ke dalam wadah.</p>
<p>11.	Kembalikan probe pemeriksaan ke tempat penyimpanan dan unit pencatatan.</p>
<p>12.	Buka dan buang sarung tangan. Cuci tangan.</p>
<p>13.	Kembalikan termometer ke tempatnya.</p>
<p>14.	Lakukan langkah penyelesaian 1 – 3.</p>
<p>Sumber: SOP Poltekkes Depkes Pontianak Jurusan Keperawatan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=293&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/02/01/pengukuran-suhu-tubuh-suhu-oral-termometer-elektronik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eccf68ba74f74fa5d73a81098c6712ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMBERIAN TRANSFUSI DARAH</title>
		<link>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/26/pemberian-transfusi-darah/</link>
		<comments>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/26/pemberian-transfusi-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 14:10:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekkyfajarfranasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Standar Operasional Prosedur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[PERSIAPAN ALAT / BAHAN : Tensimeter Termometer Sarung tangan Formulir observasi transfusi PELAKSANAAN Jelaskan prosedur kepada klien. Tentukan apakah klien pernah mendapatkan transfusi sebelumnya dan catatan reaksi ,jika ada. Minta klien untuk melaporkan gejala berikut: Menggigil, sakit kepala, gatal dan kemerahan dengan segera. Pastikan bahwa klien telah menandatangani format persetujuan / informed concern. Cuci tangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=290&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PERSIAPAN ALAT / BAHAN :</strong></p>
<ul>
<li>Tensimeter</li>
<li>Termometer</li>
<li>Sarung tangan</li>
<li>Formulir observasi transfusi</li>
</ul>
<p><strong>PELAKSANAAN</strong></p>
<p><strong><span id="more-290"></span><br />
</strong></p>
<ol>
<li>Jelaskan prosedur kepada klien. Tentukan apakah klien pernah mendapatkan transfusi sebelumnya dan catatan reaksi ,jika ada.</li>
<li>Minta klien untuk melaporkan gejala berikut: Menggigil, sakit kepala, gatal dan kemerahan dengan segera.</li>
<li>Pastikan bahwa klien telah menandatangani format persetujuan / informed concern.</li>
<li>Cuci tangan dan gunakan sarung tangan.</li>
<li>Buat jalur IV dengan kateter besar (diameter 18-G atau 19-G).</li>
<li>Gunakan selang infus yang mempunyai filter. Selang juga harus menggunakan  tipe-Y.</li>
<li>Gantungkan wadah larutan 0,9% Normal Salin untuk diberikan setelah menginfuskan/ pemberian transfusi darah.</li>
<li>Ikuti protokol institusi dalam mendapatkan produk darah dari bank darah. Minta darah bila anda telah siap menggunakannya.</li>
<li>Dengan perawat yang lain, identifikasi kebenaran produk darah dan klien :
<ol>
<li>Periksa kompatibilitas yang tertera pada kantong darah dan informasi pada kantong itu sendiri.</li>
<li>Untuk darah lengkap, periksa golongan ABO dan tipe RH pada catatan klien.</li>
<li>Periksa ulang produk darah dengan pesanan dokter.</li>
<li>Periksa tanggal kadaluarsa pada kantong darah.</li>
<li>Periksa darah terhadap adanya bekuan / gumpalan darah.</li>
<li>Tanyakan nama klien dan periksa / cocokkan dengan gelang tangannya/gelang nama.</li>
</ol>
</li>
<li>Dapatkan data dasar tanda-tanda vital klien.</li>
<li>Mulai untuk mentransfusikan darah :
<ol>
<li>Utamakan / isi jalur IV dengan 0,9 % normal saline.</li>
<li>Mulai transfusi dengan lambat melalui tetesan pertama pada filter.</li>
<li>Atur kecepatan tetesan 2 ml/menit pada 15 menit pertama transfusi dan tetap bersama klien. Jika ditemukan adanya reaksi, hentikan transfusi, siram / suntik jalur IV dengan normal saline secara lambat dan beritahu dokter dan bank darah.</li>
</ol>
</li>
<li>Monitor tanda-tanda vital :
<ol>
<li>Dapatkan tanda vital klien setiap 5 menit selama 15 menit pertama transfusi dan setiap jam untuk yang berikutnya mengikuti kebijakan institusi/rumah sakit.</li>
<li>Observasi klien terhadap adanya kemerahan, ruam kulit, gatal, dispnea, bintik-bintik merah di kulit.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>13.  Lepaskan dan buang sarung tangan. Cuci tangan.</p>
<p>14.  Lanjutkan mengobservasi terhadap reaksi samping / efek samping transfusi.</p>
<p>15.  Catat pemberian darah dan produk darah. Catat cairan yang digunakan mengikuti kebijakan rumah sakit / institusi.</p>
<p>Bila trasnfusi sudah selesai (complete), Kembalikan kantong plastik dan selangnya ke bank darah.</p>
<p>Sumber: SOP Poltekkes Depkes Pontianak Jurusan Keperawatan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=290&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/26/pemberian-transfusi-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eccf68ba74f74fa5d73a81098c6712ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMANDIKAN BAYI DAN PERAWATAN TALI PUSAT</title>
		<link>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/25/memandikan-bayi-dan-perawatan-tali-pusat/</link>
		<comments>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/25/memandikan-bayi-dan-perawatan-tali-pusat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 05:50:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekkyfajarfranasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Standar Operasional Prosedur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[PERSIAPAN ALAT / BAHAN : a. Memandikan : Bak mandi bayi / waskom berisi air hangat Sabun mandi bayi Waslap 2 buah dan handuk bayi 1 buah Pakaian bersih bayi lengkap Baby oil, minyak telon, sisir bayi Kapas untuk membersihkan mata Tempat / kantong kain kotor Sarung tangan steril 1 pasang Bengkok 1 buah untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=283&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/bayi-mandi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-284" title="bayi mandi" src="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/bayi-mandi.jpg?w=270" alt=""   /></a></p>
<p><strong>PERSIAPAN ALAT / BAHAN :</strong></p>
<p>a. Memandikan :</p>
<ul>
<li>Bak mandi bayi / waskom berisi air hangat</li>
<li>Sabun mandi bayi</li>
<li>Waslap 2 buah dan handuk bayi 1 buah</li>
<li>Pakaian bersih bayi lengkap</li>
<li>Baby oil, minyak telon, sisir bayi</li>
<li>Kapas untuk membersihkan mata</li>
<li>Tempat / kantong kain kotor</li>
<li>Sarung tangan steril 1 pasang</li>
<li>Bengkok 1 buah untuk sampah</li>
<li>Korentang 1 buah.</li>
</ul>
<p>b. Perawatan tali pusat</p>
<p><span id="more-283"></span></p>
<ul>
<li>Larutan NS</li>
<li>Kom steril 2 buah ( 1 buah berisi kassa steril secukupnya dan 1 buah berisi NS ).</li>
<li>Pinset anatomis steril 3 buah</li>
<li>Sarung tangan steril</li>
<li>Bengkok 2 buah ( 1 buah berisi larutan desinfektan dan 1 buah untuk sampah ).</li>
</ul>
<p><strong>PELAKSANAAN</strong></p>
<ol>
<li>Berikan salam</li>
<li>Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya tindakan pada orang tua / keluarga pasien</li>
<li>Cuci tangan</li>
<li>Berikan kesempatan Orang tua dan Keluarga bertanya sebelum kegiatan dilakukan.</li>
<li>Anjurkan keluarga melihat perawat memandikan bayi dan perawatan tali pusat agar dapat diajari / diberi penyuluhan.</li>
<li>Alat-alat didekatkan untuk lebih mudah perawat bekerja.</li>
<li>Perawat memasang sarung tangan pertama</li>
<li>Cek dan pertahankan suhu bayi agar tetap stabil ( 37,5°C ).</li>
<li>Jaga lingkungan suhu sekitar jangan sampai bayi kedinginan.</li>
</ol>
<p>10.  Angkat bayi dan bawa tempat ke tempat memandikan bayi</p>
<p>11.  Baringkan bayi di meja tempat mandi bayi dengan perlahan-lahan.</p>
<p>12.  Bersihkan mata bayi dengan kapas dari dalam ke arah luar.</p>
<p>13.  Tanggalkan pakaian dan popok bayi, ujung tali pusat di pegang dengan  pinset anatomi steril dan buka balutan dengan hati-hati.</p>
<p>14.  Basahkan waslap dan bersihkan muka tanpa sabun.</p>
<p>15.  Sabuni bayi dengan urutan kepala, telinga, leher, dada, perut, tali pusat, lengan, ketiak, punggung, kaki dan terakhir alat kelamin dan bokong.</p>
<p>16.  Periksa air dalam waskom agar tidak terlalu panas.</p>
<p>17.  Masukkan bayi di dalam waskom dengan memegang bayi dengan perasa garpu.</p>
<p>18.  Bilas bayi hingga bersih.</p>
<p>19.  Keringkan bayi dengan handuk dan diletakkan di atas meja.</p>
<p>20.  Perhatikan kelainan-kelainan pada bayi.</p>
<p>21.  Lepaskan sarung tangan pertama.</p>
<p>22.  Persiapkan alat-alat untuk perawatan tali pusat</p>
<p>23.  Pasang sarung tangan steril kedua.</p>
<p>24.  Bersihkan tali pusat dengan kassa dan larutan NS dari arah pangkal keujung tapi tidak menarik tunggul pusat.</p>
<p>25.  Keringkan tali pusat dengan kasa steril ( betul-betul kering )</p>
<p>26.  Setelah bersih bungkus sesuai tehnik dengan menggunakan kassa kering steril tipis dan longgar.</p>
<p>27.  Meletakkan bayi ketempat semula untuk dirapikan dan berikan minyak telon pada tubuh bayi secara merata.</p>
<p>28.  Kenakan pakaian bayi dengan lengkap ( celana / popok tidak menutupi tali pusat atau lipatan popok di bawah tali pusat )</p>
<p>29.  Sisir rambut kemudian rapikan tempat tidur bayi.</p>
<p>30.  Kembalikan bayi kepada orang tua.</p>
<p>31.  Bereskan semua alat-alat.</p>
<p>32. Perawat mencuci tangan.</p>
<p>Sumber: SOP Poltekkes Depkes Pontianak Jurusan Keperawatan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=283&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/25/memandikan-bayi-dan-perawatan-tali-pusat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eccf68ba74f74fa5d73a81098c6712ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/bayi-mandi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bayi mandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyiapkan Injeksi Ampul dan Vial (KDM)</title>
		<link>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/24/279/</link>
		<comments>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/24/279/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 14:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekkyfajarfranasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Standar Operasional Prosedur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[PERSIAPAN ALAT / BAHAN : Ampul dan vial yang berisi obat Spuit Sarung tangan Jarum / needle Tempat sampah / bengkok Kassa Kapas Alkohol PELAKSANAAN 1. Cuci tangan. 2. Siapkan peralatan dan suplai yang dibutuhkan : a. Ampul 1) Ampul berisi obat 2) Spuit dan jarum 3) Bantalan kasa kecil atau swab alcohol 4) Wadah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=279&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERSIAPAN ALAT / BAHAN :</p>
<ul>
<li>Ampul dan vial yang berisi obat</li>
<li>Spuit</li>
<li>Sarung tangan</li>
<li>Jarum / needle</li>
<li>Tempat sampah / bengkok</li>
<li>Kassa</li>
<li>Kapas Alkohol</li>
</ul>
<p>PELAKSANAAN</p>
<p>1.	Cuci tangan.</p>
<p>2.	Siapkan peralatan dan suplai yang dibutuhkan : a.	Ampul  1)	Ampul berisi obat 2)	Spuit dan jarum 3)	Bantalan kasa kecil atau swab alcohol 4)	Wadah tempat membuang bahan gelas b.	Vial  1)	Vial berisi obat 2)	Spuit dan jarum 3)	Swab alcohol 4)	Pelarut (mis. Normal saline atau air steril). c.	Kartu, format, atau huruf cetak nama obat.</p>
<p>3.	Kumpulkan suplai di area kerja di ruang obat.</p>
<p>4.	Periksa setiap kartu, format, atau huruf cetak nama obat pada label di setiap ampul atau vial.</p>
<p>5.	Siapkan injeksi dari ampul :</p>
<p>a.	Ketuk bagian atas ampul dengan perlahan dan cepat dengan jari sampai cairan meninggalkan leher ampul. b.	Tempatkan bantalan kasa kecil atau swab alcohol kering di sekeliling leher ampul. c.	Patahkan leher ampul dengan cepat dan dengan mantap jauhkan dari tangan. d.	Isap obat dengan cepat. Pegang ampul terbalik atau letakkan di atas pada permukaan datar. Masukkan jarum spuit ke dalam bagian tengah permukaan muara ampul. Jangan biarkan ujung atau batang jarum menyentuh tepi ampul. e.	Aspirasi obat ke dalam spuit dengan secara perlahan menarik kembali alat penghisap. f.	Pertahankan ujung jarum di bawah permukaan larutan. Miringkan ampul supaya semua cairan di dalam ampul terjangkau oleh jarum. g.	Apabila gelembung udara teraspirasi, jangan keluarkan udara ke dalam ampul. h.	Untuk mengeluarkan kelebihan gelembung udara pindahkan jarum. Pegang spuit dengan jarum mengarah ke atas. Ketuk sisi spuit untuk membuat gelembung udara naik menuju jarum. Tarik kembali penghisap sedikit dan dorong penghidap kea rah atas untuk mengeluarkan udara. Jangan mengeluarkan cairan.     i.	Apabila cairan dalam spuit berlebihan, buang ke dalam bak cuci. Pegang spuit dalam posisi vertical dengan ujung jarum di atas dan miringkan dengan tenang ke bak cuci. Keluarkan kelebihan cairan ke bak cuci secara perlahan-lahan. Periksa kembali penunjukkan cairan pada spuit dengan memegang spuit secara vertical. j.	Pasang tutup jarum. Ganti jarum pada spuit. Pastikan jarum terpasang aman pada spuit. k.	Buang bahan yang kotor. Letakkan ampul yang pecah di wadah khusus untuk bahan gelas.</p>
<p>6.	Siapkan injeksi dari vial :</p>
<p>a.	Lepas penutup logam yang menutup bagian atas vial yang sudah tidak dipakai, sehingga pengikat karet terlihat. b.	Usap permukaan penyekat karet dengan swab alcohol, jika vial sebelumnya telah di buka. c.	Ambil spuit, pastikan jarum terpasang kuat pada spuit. Lepas tutup jarum. Tarik penghisap untuk mengalirkan sejumlah udara ke dalam spuit untuk dimasukkan ke dalam vial obat yang eqivalen dengan volume obat yang akan diaspirasi dari vial. d.	Masukkan ujung jarum, dengan bevel mengarah ke atas, melalui bagian tengah pengikat karet. Beri tekanan pada ujung jarum selama insersi. e.	Masukkan udara ke dalam vial dengan memegang penghisap. f.	Balik vial sementara spuit dan penghisap dipegang dengan kuat. Pegang vial dengan tangan yang tidak dominan, diantara ibu jari dan jari tengah. Pegang bagian ujung spuit dan penghisap dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan yang dominan. g.	Pertahankan ujung jarum tetap di bawah permukaan cairan. h.	Biarkan tekanan udara membuat spuit terisi obat secara bertahap. Tarik penghisap sedikit, jika diperlukan. i.	Ketuk sisi badan spuit dengan hati-hati supaya gelembung udara lepas. Keluarkan udara sisa sdi bagian atas spuit ke dalam vial. j.	Setelah volume obat yang benar di peroleh pindahkan jarum dari vial dengan menarik badan spuit. k.	Buang udara sisa dari spuit dengan memegang spuit dan jarum tetap tegak. Ketuk badan spuit untuk menanggalkan gelembung udara. Tarik penghisap sedikit kemudian dorong penghisap ke atas untuk mengeluarkan udara. Jangan mengeluarkan cairan. l.	Ganti jarum dan tutup m.	Untuk vial multi dosis, buat label yang memuat tanggal pencampuran, konsentrasi obat permililiter berinisial anda. n.	Buang bahan yang kotor di tempat yang benar.</p>
<p>7.	Bersihkan area kerja. Cuci tangan.</p>
<p>8.	Periksa jumlah cairan dalam spuit dan bandingkan dengan dosis yang diinginkan.</p>
<p>Sumber: Standar Operasional Prosedur Poltekkes Depkes Pontianak Jurusan Keperawatan Tahun 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/279/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=279&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/24/279/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eccf68ba74f74fa5d73a81098c6712ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FLAMICORT</title>
		<link>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/23/flamicort/</link>
		<comments>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/23/flamicort/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 09:57:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekkyfajarfranasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obat-obatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[GOLONGAN KANDUNGAN Triamcinolone acetonide. INDIKASI IA/IB Injeksi Terapi tambahan untuk pemakaian jangka pendek pada osteoarthritis sinovitis, rheumatoid arthritis, bursitis akut atau sub-akut, arthritis gout akut &#38; tenosinovitis nonseptik, epikondilitis &#38; osteoarthritis sesudah trauma. ID Injeksi Pengobatan dermatosis &#38; tumour cystic pada tendon. IM Injeksi Alergi, penyakit dermatologi &#38; kolagen; gangguan rematik; edema. KONTRA INDIKASI Infeksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=275&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/flamicort.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-276" title="flamicort" src="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/flamicort.gif?w=270" alt=""   /></a></p>
<p>GOLONGAN</p>
<p><a href="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/obat_keras_dan_psikotropika.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-277" title="obat_keras_dan_psikotropika" src="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/obat_keras_dan_psikotropika.gif?w=270" alt=""   /></a></p>
<p>KANDUNGAN</p>
<p>Triamcinolone acetonide.</p>
<p>INDIKASI</p>
<p>IA/IB Injeksi Terapi tambahan untuk pemakaian jangka pendek pada osteoarthritis sinovitis, rheumatoid arthritis, bursitis akut atau sub-akut, arthritis gout akut &amp; tenosinovitis nonseptik, epikondilitis &amp; osteoarthritis sesudah trauma.</p>
<p>ID Injeksi Pengobatan dermatosis &amp; tumour cystic pada tendon.</p>
<p>IM Injeksi Alergi, penyakit dermatologi &amp; kolagen; gangguan rematik; edema.</p>
<p>KONTRA INDIKASI</p>
<p>Infeksi jamur sistemik. IM: Idiopatik trombositopenia purpura.</p>
<p>PERHATIAN</p>
<p>Gagal jantung kongestif atau hipertensi; Diabetes melitus, infeksi, gagal ginjal kronik, uremia; Tuberkulosa aktif atau laten; vaksin smallpox atau imunisasi lainnya. Pemakaian jangka panjang. Kehamilan &amp; laktasi. Usia lanjut, Anak.</p>
<p>EFEK SAMPING</p>
<p>Cushingoid. Amenorrhea, hiperhidrosis, gangguan mental &amp; neurologi, hipertensi intracranial; Pankreatitis akut &amp; osteonekrosis aseptik. Otot lemas. Katarak, peningkatan tekanan intraokular. Gangguan gastrointestinal.</p>
<p>INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL</p>
<p>C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.</p>
<p>KEMASAN</p>
<p>Vial IA/ID/IB 10 mg/ml x 5 ml x 1&#8242;s.</p>
<p>DOSIS</p>
<p>IA/IB Awal 10 mg/ml boleh bertukar-tukar 2.5-5 mg untuk smaller joint &amp; 5-15 mg untuk large joint.</p>
<p>ID Max: 1 mg/suntikan.</p>
<p>IM Awal 2.5-60 mg/hari.</p>
<p>Dewasa &amp; anak &gt; 12 tahun Awal 60 mg ke bagian dalam otot gluteal.</p>
<p>Anak 6-12 tahun Awal 40 mg.</p>
<p><a href="http://medicastore.com/obat/11336/FLAMICORT.html">sumber: http://medicastore.com/obat/11336/FLAMICORT.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=275&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/23/flamicort/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eccf68ba74f74fa5d73a81098c6712ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/flamicort.gif" medium="image">
			<media:title type="html">flamicort</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/obat_keras_dan_psikotropika.gif" medium="image">
			<media:title type="html">obat_keras_dan_psikotropika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DAUN PEPAYA YANG PAHIT</title>
		<link>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/23/daun-pepaya-yang-pahit/</link>
		<comments>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/23/daun-pepaya-yang-pahit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 09:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekkyfajarfranasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengobatan Alamiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Dinas pagi di Rumah Sakit cukup menyenangkan, selain masih dalam keadaan segar-segarnya, saya juga bisa makan bersama dengan kepala ruangan saya yang  selalu ditemani dengan lalap kesenangannya, yaitu lalap daun pepaya. Bukan tidak beralasan pastinya beliau makan daun pepaya. Yang pasti menurut saya, alasan yang pasti adalah dari sisi manfaatnya, apa saja manfaatnya?. Daun pepaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=269&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/daun-pepaya5.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-270" title="Daun Pepaya5" src="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/daun-pepaya5.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Dinas pagi di Rumah Sakit cukup menyenangkan, selain masih dalam keadaan segar-segarnya, saya juga bisa makan bersama dengan kepala ruangan saya yang  selalu ditemani dengan lalap kesenangannya, yaitu lalap daun pepaya. Bukan tidak beralasan pastinya beliau makan daun pepaya. Yang pasti menurut saya, alasan yang pasti adalah dari sisi manfaatnya, apa saja manfaatnya?.</p>
<p>Daun pepaya ternyata memiliki segudang manfaat untuk tubuh. Jangan salah paham dibalik rasa pahitnya ternyata menyimpan khasiat yang begitu banyak. Dan apa sajakah itu? Kita tahu kalau buah pepaya juga bagus untuk tubuh, namun daunnya juga tidak boleh diremehkan.</p>
<p>Berikut beberapa manfaat daun pepaya yang wajib anda tahu :</p>
<p>1. Sebagai Obat jerawat.</p>
<p>Bagi kamu yang merasa tidak pede mempunyai wajah berjerawat. Terutama bagi wanita yang selalu memperhatikan kecantikan. Daun pepaya dapat mengobatinya yaitu dengan membuatnya menjadi masker.</p>
<p>Cara membuat maskernya : ambil 2-3 lembar daun pepaya yang sudah tua.Kemudian jemur dan tumbuk sampai halus. Tambahkan satu setenagh sendok air, baru deh dapat di manfaatkan untuk muka penuh jerawatmu.</p>
<p>2. Manfaat Memperlancar pencernaan</p>
<p>Daun dari tumbuhan pepaya memiliki kandungan kimia senyawa KARPAIN. Zat itu dapat membunuh mikroorganisme yang sering mengganggu fungsi pencernaan.</p>
<p>3. Menambah nafsu makan</p>
<p>Manfaat ini terutama untuk anak-anak yang sulit untuk makan. Ambil daun pepaya yang segar dan memiliki ukuran sebesar telapak tangan. Kalau sudah ketemu tambahkan sedikit garam dan air hangat setengah cangkir. Campur semua lalu diblender. Kemudian saring airnya, nah air itulah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan.</p>
<p>4. Demam berdarah</p>
<p>Siapa sangka kalau pepaya juga dapat untuk menyembuhkan demam berdarah. Coba ambil 5 lembar daun. Tambahkan setengah liter air lalu direbus. Ambil air tersebut jika sudah tertinggal tigaperempatnya saja. Hal ini belum terbukti secara klinis, jadi jika keadaan tidak membaik segera segera ke dokter (bahkan kalaupun memabaik segera bawa ke dokter). Anggap saja ini untuk pertolongan pertama!</p>
<p>5. Nyeri haid</p>
<p>Wanita jawa zaman dulu sering memanfaatkan daun pepaya untuk mengobati nyeri haid. Cukup Ambil 1 lembar daun saja, Tambahkan asam jawa dan garam. Lalu campur dengan segelas air dan Rebus. Dinginkan sebelum meminum ramuan pepaya tersebut.</p>
<p>6.Anti kanker</p>
<p>Hal ini masih belum pasti, tapi dari beberapa penelitian bahwa manfaat daun pepaya juga dapat dikembangkan sebagai anti kanker. Sebenarnya bukan hanya daunnya saja melainkan batang pepaya juga dapat digunakan. Karena kedanya memiliki milky latex (getah putih seperti susu).</p>
<p><a href="http://asiangirlstyle.com">sumber: http://asiangirlstyle.com</a></p>
<p>Dan yang menonjol pada daun pepaya ini adalah seratnya. Berikut beberapa manfaat serat daun pepaya:</p>
<p>1. Konsumsi serat yang tinggi pada daun pepaya akan memengaruhi mikroflora usus, sehingga tidak menghasilkan senyawa karsinogenik penyebab kanker.</p>
<p>2. Serat daun papaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan ekskresi asam empedu dalam tinja. Hal ini menurunkan kadar lemak dan kolesterol, sehingga dapat mencegah aterosklersosis dan penyakit jantung.</p>
<p>3. Serat daun pepaya dapat mencegah sembelit. Di dalam saluran cerna, serat mampu menyerap air dalam jumlah cukup besar, sehingga massa tinja menjadi lunak dan tekanan dalam usus besar berkurang.</p>
<p>4. Serat dalam daun pepaya sangat baik untuk menunjang program diet. Diet dengan makanan tinggi serat akan sangat membantu program penurunan berat badan. Serat daun pepaya mempunyai kemampuan menyerap air yang cukup tinggi sehingga dapat mengingat zat-zat gizi yang telah disederhanakan oleh enzim pencernaan. Zat-zat gizi yang larut dan terikat pada serat, selanjutnya akan dikeluarkan melalui tinja. Keadaan tersebut mampu mengurangi ketersediaan zat-zat gizi bagi tubuh, sehingga dapat menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.</p>
<p>5. Serat dalam daun pepaya mampu menyerap air dan mengikat glukosa, sehingga mengurangi ketersediaan glukosa. Diet cukup serat juga menyebabkan terjadinya kompleks karbohidrat dan serat, sehingga daya cerna karbohidrat berkurang. Keadaan tersebut mampu meredam kenaikan glukosa darah dan menjadikannya tetap terkontrol.</p>
<p><a href="http://www.metrogaya.com/kesehatan/food/daun-pepaya-yang-kaya-serat">sumber:http://www.metrogaya.com/kesehatan/food/daun-pepaya-yang-kaya-serat</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=269&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/23/daun-pepaya-yang-pahit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eccf68ba74f74fa5d73a81098c6712ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/daun-pepaya5.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Daun Pepaya5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ureum dan Kreatinin</title>
		<link>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/21/ureum-urea-dan-kreatinin/</link>
		<comments>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/21/ureum-urea-dan-kreatinin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 06:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekkyfajarfranasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laboratorium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Muncul keinginan untuk posting berkaitan dengan ureum dan kreatinin karena terdapat seorang pasien saya di tempat praktek dengan kadar ureum dan kreatinin yang diatas normal, tetapi pada hasil pemeriksaan USG ginjal tidak tampak gangguan yang berarti. Awal pasien itu masuk adalah menderita Hipetensi, tapi setelah ,melihat hasil pemeriksaan laboratoriumnya yang memberikan nilai ureum dan kreatinin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=260&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/images-kreatinin.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-261" title="images.jpg kreatinin" src="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/images-kreatinin.jpg?w=270" alt=""   /></a></p>
<p>Muncul keinginan untuk posting berkaitan dengan ureum dan kreatinin karena terdapat seorang pasien saya di tempat praktek dengan kadar ureum dan kreatinin yang diatas normal, tetapi pada hasil pemeriksaan USG ginjal tidak tampak gangguan yang berarti. Awal pasien itu masuk adalah menderita Hipetensi, tapi setelah ,melihat hasil pemeriksaan laboratoriumnya yang memberikan nilai ureum dan kreatinin yang tinggi, muncul fikiran, apakah pasien ini menderita gangguan ginjal atau tidak.</p>
<p>1. PENGERTIAN</p>
<p>Beberapa pengertian tentang ureum dan kreatinin:</p>
<p>Ureum adalah hasil akhir metabolisme protein. Berasal dari asam amino yang telah dipindah amonianya di dalam hati dan mencapai ginjal, dan diekskresikan rata-rata 30 gram sehari. Kadar ureum darah yang normal adalah 20 mg – 40 mg setiap 100 ccm darah, tetapi hal ini tergantung dari jumlah normal protein yang di makan dan fungsi hati dalam pembentukan ureum. (<a href="http://kus-pratiknyo.blogspot.com/2009/10/sistema-urinaria.html">http://kus-pratiknyo.blogspot.com/2009/10/sistema-urinaria.html</a>)</p>
<p>Kreatinin merupakan produk sisa dari perombakan kreatin fosfat yang terjadi di otot. Kreatinin adalah zat racun dalam darah, terdapat pada seseorang yang ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan normal. Kadar kreatinin pada pria max 1,6 kalau sudah melebihi 1,7 harus hati-hati. Jangan-jangan nanti memerlukan cuci darah</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kreatinin">http://id.wikipedia.org/wiki/Kreatinin</a></p>
<p>Kreatinin: hasil katabolisme kreatin. Koefisien kreatinin adalah jumlah mg kreatinin yang diekskresikan dalam 24 jam/kg BB. Nilai normal pada laki-laki adl 20-26 mg/kg BB. Sedang pada wanita adl 14-22 mg/kg BB. Ekskresi kreatinin meningkat pada penyakit otot.</p>
<p>Kreatinin adalah produk sampingan dari hasil pemecahan fosfokreatin (kreatin) di otot yang dibuang melalui ginjal. Pada pria, normalnya 0,6 – 1,2 mg/dl. Di atas rentang itu salah satunya mengindikasikan adanya gangguan fungsi ginjal. Tetapi kami rasa angka 1,3 mg/dl masih tergolong normal, walaupun Anda sebaiknya mulai waspada.</p>
<p><a href="http://mediasehat.com/tanyajawab499">http://mediasehat.com/tanyajawab499</a></p>
<p>2. BATAS NORMAL</p>
<p>Batas normal ureum : 20 – 40 mg/dl</p>
<p>Batas normal kreatinin : 0,5 – 1,5 mg/dl</p>
<p><a href="http://tanyuri.wordpress.com/2008/12/09/cerita-dari-setetes-darah/">http://tanyuri.wordpress.com/2008/12/09/cerita-dari-setetes-darah/</a></p>
<p>3. TUJUAN PEMERIKSAAN</p>
<p>Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin dalam darah dapat menjadi acuan untuk mengetahui adanya Gagal ginjal akut (GGA) yaitu suatu sindrom klinis yang ditandai dengan penurunan mendadak (dalam beberapa jam sampai beberapa hari) kecepatan penyaringan ginjal, disertai dengan penumpukan sisa metabolisme ginjal (ureum dan kreatinin).</p>
<p><a href="http://www.klikdokter.com/illness/detail/151">http://www.klikdokter.com/illness/detail/151</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=260&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/21/ureum-urea-dan-kreatinin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eccf68ba74f74fa5d73a81098c6712ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/images-kreatinin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images.jpg kreatinin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ranitidine dan Cefotaxime</title>
		<link>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/20/ranitidine-dan-cefotaxime/</link>
		<comments>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/20/ranitidine-dan-cefotaxime/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 16:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekkyfajarfranasaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obat-obatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Dua obat inilah yang sering digunakan di rumah sakit tempat saya bekerja sebagai honorer, tepatnya di Rumah Sakit Kartika Husada (Rumah Sakit Kesdam/ Tentara). Hal inilah yang melatarbelakangi saya untuk memberikan sedikit informasi terkait obat yang bernama Ranitidine dan Cefaotaxime ini. 1. Ranitidine HCL. INDIKASI Tukak duodenum, tukak lambung, hipersekresi lambung seperti sindroma Zollinger-Ellison dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=250&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/0000007500.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-252" title="0000007500" src="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/0000007500.gif?w=270" alt=""   /></a></p>
<p><a href="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/images1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-253" title="images" src="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/images1.jpg?w=270" alt=""   /></a></p>
<p>Dua obat inilah yang sering digunakan di rumah sakit tempat saya bekerja sebagai honorer, tepatnya di Rumah Sakit Kartika Husada (Rumah Sakit Kesdam/ Tentara). Hal inilah yang melatarbelakangi saya untuk memberikan sedikit informasi terkait obat yang bernama Ranitidine dan Cefaotaxime ini.</p>
<p>1. Ranitidine HCL.</p>
<p>INDIKASI<br />
Tukak duodenum, tukak lambung, hipersekresi lambung seperti sindroma Zollinger-Ellison dan mastositosis sistemik, perdarahan saluran cerna, sebelum induksi anestesi, refluks saluran cerna, kondisi yang menghendaki pengurangan sekresi gaster dan  pengeluaran asam lambung.</p>
<p>KONTRA INDIKASI<br />
Hipersensitif.</p>
<p>PERHATIAN</p>
<ul>
<li>Gangguan hati atau ginjal berat.</li>
<li>Hamil dan menyusui.</li>
<li>Terapi jangka panjang.<br />
<em>Interaksi obat</em> : Diazepam, Metoprolol, Lignokain, Fenitoin, Propanolol, Teofilin, Warfarin, Midazolam, Fentanil, Nifedipin.</li>
</ul>
<p>EFEK SAMPING</p>
<ul>
<li>Malaise (perasaan tidak enak badan yang tidak jelas, sakit kepala, mengantuk, vertigo.</li>
<li>Bradikardia.</li>
<li>Konstipasi (susah buang air besar), diare, mual, muntah, nyeri perut.</li>
<li>Hepatitis reversibel.</li>
<li>Penurunan leukosit dan pletelet.</li>
<li>Urtikaria (biduran), edema angioneurotik, bronkhospasme, hipotensi, eosinofilia, ruam, demam, anafilaktik.</li>
<li>Bingung, ginekomastia (pembesaran buah dada laki-laki menyerupai buah dada wanita), hiperprolaktinemia, gangguan seksual.</li>
<li>Peningkatan sementara kadar serum transaminase, gamma GT, serum kreatinin.</li>
</ul>
<p>INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL</p>
<p><strong>B</strong>: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).</p>
<p>KEMASAN<br />
Ampul 2 mL x 5.</p>
<p>DOSIS</p>
<ul>
<li>Intramuskular (IM) : 50 mg/2 mL tiap 6-8 jam tanpa pengenceran.</li>
<li>Bolus / infus intermiten intravena (IV) : 50 mg/2 mL tiap 6-8 jam, diencerkan dengan larutan yang sesuai.</li>
<li><em>Penderita gagal ginjal</em> : secara IM/IV 50 mg/18-24 jam.</li>
</ul>
<p>PEMBERIAN OBAT</p>
<p>Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan</p>
<p>2. Cefotaxime sodium / Natrium Sefotaksim.</p>
<p>INDIKASI</p>
<ul>
<li>Infeksi saluran nafas bagian bawah, telinga, saluran kemih dan kelamin termasuk gonore non komplikasi, kandungan, kulit dan struktur kulit, dalam perut, tulang dan sendi, susunan saraf pusat.</li>
<li>Bakteremia (beredarnya bakteri dalam darah) dan septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan/atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut), sepsis (reaksi umum disertai demam karena kegiatan bakteri, zat-zat yang dihasilkan bakteri atau kedua-duanya), endokarditis (radang endokardium jantung), meningitis (radang selaput otak).</li>
<li>Pencegahan infeksi peri-operatif dan terhadap infeksi dengan kekebalan yang menurun.   KONTRA INDIKASI<br />
Hipersensitifitas terhadap Sefalosporin, penderita ginjal berat.   PERHATIAN<br />
Pasien yang sensitif terhadap Penisilin (sensitifitas silang), gagal ginjal berat, riwayat penyakit lambung-usus terutama kolitis.<br />
Hamil (terutama trimester pertama), menyusui.<br />
<em>Interaksi obat</em> :<br />
- kombinasi dengan diuretika kuat dan aminoglikosida meningkatkan resiko nefrotoksisitas.<br />
- penggunaan dengan Probenesid, meningkatkan dan memperpanjang kadar Sefotaksim dalam darah.</li>
</ul>
<p>EFEK SAMPING<br />
Reaksi hipersensitifitas, eosinofilia, neutropenia, leukopenia yang bersifat sementara, flebitisefek pada lambung-usus, superinfeksi.<br />
Peradangan iritatif dan nyeri pada tempat penyuntikan.</p>
<p>INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL<br />
<strong>B</strong>: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).   KEMASAN<br />
Vial 1 gram x 2.   DOSIS</p>
<ul>
<li>Dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun : 2-6 gram sehari, maksimal 12 gram/hari.</li>
<li>Bayi dan anak berusia 1 bulan &#8211; 12 tahun : 50-100 mg/kg berat badan/hari dalam 4-6 dosis terbagi.</li>
<li>Neonatus (bayi baru lahir sampai umur 4 minggu) dan bayi prematur berusia 1-4 minggu : 50 mg/kg berat badan secara intravena (IV) tiap 8 jam.</li>
<li>Bayi berusia kurang dari 1 minggu : 50 mg/kg berat badan secara IV tiap 12 jam.<br />
<em><span style="text-decoration:underline;">Pada infeksi yang mengancam jiwa</span></em> : dosis sampai dengan 200 mg/kg berat badan/hari.<br />
<em><span style="text-decoration:underline;">Pencegahan infeksi pra-operatif</span></em> : diberikan 30-60 menit sebelum operasi.</li>
</ul>
<p>Sumber:</p>
<p>1.  www.medicastore.com (diakses pada tanggal 20 Januari 2010)</p>
<p>2. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi ed.8 2008/2009.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com&amp;blog=8398797&amp;post=250&amp;subd=ekkyfajarfranasaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/20/ranitidine-dan-cefotaxime/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eccf68ba74f74fa5d73a81098c6712ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/0000007500.gif" medium="image">
			<media:title type="html">0000007500</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekkyfajarfranasaputra.files.wordpress.com/2010/01/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
